Saturday, October 27, 2007

Apple Leopard 'Menerkam' Tokyo

Update terbaru sistem operasi Apple Mac OS X yaitu Leopard atau Mac OS X 10.5 mulai diluncurkan. Sistem operasi ini akan segera menyambangi toko-toko software di berbagai belahan dunia.

Konsumen di Australia dan Selandia pun Jepang adalah beberapa negara pertama yang 'diterkam' Leopard, nama yang merujuk pada jenis binatang buas ini, tepat pukul enam petang waktu setempat.

Dilaporkan, sekitar 200 orang rela berjubel di distrik Ginza, Tokyo, Jepang untuk jadi pembeli pertama Leopard pada Jumat (26/10) kemarin.Leopard adalah upgrade besar sistem operasi Apple untuk kelima kalinya dan menjadi yang pertama dalam dua setengah tahun terakhir.

Software ini pun akan diinstall di seluruh komputer Apple baru. Apple menandaskan bahwa seluruh komputer Mac yang dijual dalam empat tahun terakhir akan mampu menjalankan Leopard. Demikian juga beberapa komputer yang lebih tua, tergantung dengan konfigurasinya.

Beberapa fitur baru digelontorkan Apple untuk Leopard ini. Fitur baru tersebut termasuk 'Time Machine' yang memungkinkan pengguna 'memanggil' kembali data yang telah terhapus atau versi terawal dari sebuah dokumen. Hal ini karena fitur tersebut secara otomatis mengkopi seluruh data yang masuk ke komputer.Berbagai fitur lainnya termasuk dukungan terhadap huruf Braille .

Juga ada fasilitas 'Quick View' di mana pengguna bisa melihat preview dokumen tanpa harus membuka aplikasi yang relevan dengannya.Meski tak signifikan, sistem operasi Apple disebut-sebut sebagai pesaing sistem operasi produksi Microsoft yang masih mendominasi di pasaran software.

Info ini saya dapat dari http://www.detikinet.com

Friday, October 19, 2007

Blogger Tertua di Dunia


Madrid Ternyata usia tua bukan halangan seseorang untuk beraktivitas layaknya anak muda. Adalah Maria Amelia, seorang nenek berusia 95 tahun, yang tercatat sebagai blogger tertua.
Dari total 63,2 juta blogger di dunia, nenek asal Spayol ini terkenal sebagai blogger tertua.

Awal mula Maria terjun ke dunia blog adalah berkat cucunya yang membuatkannya blog sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-95 pada 23 Desember 2006.

Dalam blog-nya, Maria bercerita seputar kehidupan masa lalu dan kesehariannya, serta pandangan-pandangannya terhadap perkembangan politik dewasa ini dan kahidupan yang sulit saat jaman perang dunia I.
Ia senang dengan apa yang disandangnya. Menurutnya, menjadi orang tertua dalam dunia maya adalah menyenangkan. Tak lupa dia menyampaikan, seandainya ada orang lain yang lebih tua di dunia blog, dia akan tetap senang.

Sebagai informasi, orang tertua kedua adalah seorang lelaki Swedia berusia 94 tahun, yang bernama Allan Loof. Kakek ini sedang menyusun oto-biografinya, sementara Maria menolak berbuat hal yang sama dengan mengatakan bahwa ia hanya wanita biasa.
Dalam pengisian blog-nya, nenek ini dibantu cucu lelakinya. Jika sang cucu memiliki waktu, ia akan mengetik dan mem-posting berbagai cerita dari neneknya ke blog.

Pasalnya Maria memiliki penyakit katarak dan rabun jauh yang tak bisa ia operasi, karena ia juga mengidap beberapa penyakit yang akan berdampak buruk apabila ia melakukan operasi mata.
Nenek yang sedang bersiap menjadi nenek buyut ini mengaku tidak bisa berbahasa lain selain bahasa Spanyol, sehingga seluruh kisah yang ada dalam blog-nya pun dibuat dalam bahasa Spanyol.

Tapi ternyata hal itu tidak mempengaruhi orang untuk sekedar menyapa ataupun berkirim surat padanya. Menurutnya, banyak sekali orang yang mengiriminya surat dalam bahasa Inggris yang tidak bisa ia balas. Selain kendala bahasa, ia berpikir membalas semua surat tersebut akan menghabiskan waktu sehari penuh.

info ini saya dapat dari http://www.detikinet.com

Apakah Anda Mengidap Penyakit Online?









Jakarta - Paling tidak ada delapan penyakit yang bisa langsung dikaitkan dengan kebiasaan seseorang di internet.

Seperti apa gejala-gejalanya? Menurut mingguan New Scientist, terdapat paling tidak delapan jenis penyakit psikologis yang bisa menghinggapi pengguna internet saat ini.

penyakit-penyakit tersebut adalah:

Egosurfing: Terobsesi dengan reputasi diri di internet, sedemikian hingga kebanyakan waktu online penderita dihabiskan untuk melakukan pencarian namanya sendiri di situs seperti Google atau Yahoo. Penderita juga kerap mencek ranking di Technorati.

Blogsibisionis: Penderita terlalu gemar menampilkan informasi pribadinya via blog atau situs pertemanan. Bahkan informasi-informasi yang akan lebih baik jika tidak diketahui oleh orang lain.

Gilaberry: Biasanya menimpa level pimpinan di sebuah perusahaan. Gejalanya adalah tidak bisa melewati satu detik pun tanpa mencek e-mail di perangkat genggam Blackberry-nya. Jika sudah parah, penderita akan mencek e-mail bahkan di saat-saat genting, misalnya ketika gempa.
Detektif Google: Melakukan pencarian pada Google untuk menyelidiki teman lama, cinta pertama, mantan pacar, atau sekadar gebetan.

Cyberkondria: Setelah melakukan riset di internet mengenai gejala-gejala penyakit tertentu, atau menerima e-mail mengenai penyakit tertentu, penderita akan merasa dirinya menderita sakit tersebut.

Photolurking: Gemar melihat-lihat foto dari album online milik seseorang yang tidak dikenalnya.

Wikipediholik: Sangat berdedikasi untuk mengisi dan menyunting situs ensiklopedia kolaboratif Wikipedia. Anda takut terkena penyakit ini?

Coba cek di http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Are-You-a-Wikipediholic-Test.

Cheesepodding: Gemar mengunduh lagu yang cheesy ('norak', basi atau ketinggalan jaman). Misalnya, lagu-lagu dari era 70-an.

Info ini saya dapat dari http://www.detikinet.com

Tuesday, October 2, 2007

Cerita Lucu

Mengapa Ayam Menyeberang Jalan Menurut Para Ahli
Jawaban dari :
*Guru TK : supaya sampai ke ujung jalan
*PLATO : untuk mencari kebaikan yang lebih baik
*POPE : hanya Tuhan yang tahu
*POLISI : beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa
*ARISTOTELES : karena merupakan sifat alami dari ayam
*KAPTEN JAMES T.KIRK : karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi
*MARTIN LUTHER KING, JR : saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyebrang jalan tanpa mempertanyakan kenapa
*MACHIAVELLI : poin pentingnya adalah ayam menyebrang jalan!siapa yang peduli kenapa!akhir dari penyebrangan akan menentukan motivasi ayam itu
*FREUD : fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyaman seksual kalian yang tersembunyi
*GEORGE W.BUSH : kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!
*DARWIN : ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.
*EINSTEIN : Apakah ayam itu meyebrang jalan atau jalan yang bergerak dibawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri
*NELSON MANDELA : Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyebrang jalan! dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati
* THABO MBEKI : kita harus mencari tau apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan
*MUGABE : Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyebranginya dengan dorongan ayam-ayam veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyebranginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahaninggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya!
*ISAAC NEWTON : Semua ayam di bumi ini kan menyebrang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.
Anda ingin melihat cerita-cerita lucu lainnya http://www.ketawa.com

Apa Pengertian Audit

Apa itu Audit Sistem Informasi / Teknologi Informasi?

Audit pada dasarnya adalah proses sistematis dan objektif dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tindakan ekonomi, guna memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait.

Secara umum dikenal tiga jenis audit; Audit keuangan, audit operasional dan audit sistem informasi (teknologi informasi). Audit TI merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien.

Audit SI/TI relatif baru ditemukan dibanding audit keuangan, seiring dengan meningkatnya penggunan TI untuk mensupport aktifitas bisnis.


Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem teknologi:

informasi: Audit secara keseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, serta aspek security.
Selanjutnya adalah audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file. Audit TI sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain: Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science.


Tahapan-tahapan dalam audit TI pada prinsipnya sama dengan audit pada umumnya. Meliputi tahapan perencanaan, yang menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa, sehingga pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien, dan dilakukan oleh orang-orang yang kompeten, serta dapat diselesaikan dalam waktu sesuai yang disepakati. Pada tahap perencanaan ini penting sekali menilai aspek internal kontrol, yang mana dapat memberikan masukan terhadap aspek resiko, yang pada akhirnya akan menentukan luasnya pemeriksaan yang akan terlihat pada audit program. Selanjutnya adalah pengumpulan bukti (evidence), pendokumentasian bukti tersebut dan mendiskusikan dengan auditee tentang temuan apabila jika ditemukan masalah yang memerlukan tindakan perbaikan dari auditee.

Terakhir adalah membuat laporan audit.

Dalam pelaksanaannya, auditor TI mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi dan review dokumentasi (termasuk review source-code bila diperlukan). Bisa jadi bukti-bukti audit yang diambil oleh auditor mencakup bukti elektronis (data dalam bentuk file softcopy).

Dalam proses pengumpulan bukti ini ada beberapa cara yang sering dipakai yaitu, audit around computer, audit trought computer dan audit with computer. Jika tingkat pemakaian TI tinggi maka audit yang dominan digunakan adalah audit with computer atau yang biasa disebut dengan teknik audit berbantuan computer atau menggunakan CAAT (Computer Aided Auditing Technique).

Teknik ini digunakan untuk menganalisa data, misalnya saja data transaksi penjualan, pembelian, transaksi aktivitas persediaan, aktivitas nasabah, dan lain-lain. Tentunya untuk aspek sekuriti adakalanya auditor dituntut mempunyai keahlian teknis yang cukup memadai untuk menguji keamanan sistem.


Standar yang digunakan dalam mengaudit teknologi informasi adalah standar yang diterbitkan oleh ISACA yaitu ISACA IS Auditing Standard. Selain itu ISACA juga menerbitkan IS Auditing Guidance dan IS Auditing Procedure. Standar adalah sesuatu yang harus dipenuhi oleh IS Auditor. Guidelines memberikan penjelasan bagaimana auditor dapat memenuhi standar dalam berbagai penugasan audit, dan prosedur memberikan contoh langkah-langkah yang perlu dilalui auditor dalam penugasan audit tertentu sehingga sesuai dengan standar.

Bagaimanapun IS auditor harus bisa menggunakan judgement profesional ketika menggunakan guidance dan procedure.

Standar yang aplicable untuk audit TI adalah terdiri dari 11 standar yaitu; S1. Audit charter, S2. Audit Independent, S3. Profesional Ethic and standard, S4.Profesional competence, S5. Planning, S6. Performance of Audit Work, S7. Reporting. S8.Follow-Up Activity, F9. Irregularities and Irregular Act, S10. IT Governance dan S11. Use of Risk Assestment in Audit Planning. IS Auditing Guideline terdiri dari 32 guidance dalam mengaudit TI yang mengcover petunjuk mengaudit area-area penting.

IS Audit Procedure terdiri dari 9 prosedur yang menunjukan langkah-langkah yang dilakukan auditor dalam penugasan audit yang spesifik seperti prosedur melakukan bagaimana melakukan risk assestment, mengetes intrution detection system, menganalisis firewall dan sebagainya.

Jika dibandingkan dengan audit keuangan, maka standar dari Isaca ini adalah setara dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yaitu menyangkut tata cara bagaimana audit dilakukan. Sedangkan bagaimana kondisi apa yang diaudit diberikan penilaian berdasarkan standar tersendiri yaitu Cobit.


COBIT (Control Objective for Information Related Tecnology)

COBIT (Control Objective for Information Related Tecnology) adalah kerangka tata kelola TI (IT governance) yang ditujukan kepada manajemen, staf pelayanan TI, control departemen, fungsi audit dan lebih penting lagi bagi pemilik proses bisnis (business process owner’s), untuk memastikan confidenciality, integrity and availability data serta informasi sensitif dan kritikal.

COBIT didesign terdiri dari 34 high level control objectives yang menggambarkan proses TI yang terdiri dari 4 domain yaitu: Plan and Organise, Acquire and Implement, Deliver and Support dan Monitor and Evaluate. Dengan melakukan kontrol terhadap ke 34 objektif tersebut, organisasi dapat memperoleh keyakinan akan kelayakan tata kelola dan kontrol yang diperlukan untuk lingkungan TI.

Untuk mendukung IT process tersebut tersedia lagi sekitar 215 tujuan control yang lebih detil untuk menjamin kelengkapan dan efektifitas implementasi. Saat ini sudah terbit Cobit 4.1.

The COBIT Framework juga memasukkan hal berikut Maturity Models – Untuk memetakan status maturity proses-proses TI (dalam skala 0 - 5) dibandingkan dengan “the best in the class in the Industry” dan juga International best practices.

Critical Success Factors (CSFs) – Arahan implementasi bagi manajemen agar dapat melakukan kontrol atas proses TI. Key Goal Indicators (KGIs) – Kinerja proses-proses TI sehubungan dengan kebutuhan bisnis dan Key Performance Indicators (KPIs) – Kinerja proses-proses TI sehubungan dengan process goals

COBIT dikembangkan sebagai suatu generally applicable and accepted standard for good Information Technology (IT) security and control practices .

Istilah ” generally applicable and accepted ” digunakan secara eksplisit dalam pengertian yang sama seperti Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Suatu perencanaan audit TI dapat dimulai dengan menentukan area-area yang relevan dan berisiko paling tinggi, melalui analisa atas ke-34 proses tersebut. Sementara untuk kebutuhan penugasan tertentu, misalnya audit atas proyek TI, dapat dimulai dengan memilih proses yang relevan dari proses-proses tersebut.


Hasil Audit? Siapa yang Melakukan Audit?

Auditor Sistem Informasi pada dasarnya melakukan penilaian (assurance) tentang kesiapan sistem berdasarkan kriteria tertentu. Kemudian berdasarkan pengujian Auditor akan memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan. Adakalanya judgement diperlukan berdasarkan kriteria yang disepakati bersama.

Penanggung jawab sistem yang diaudit tetap berada pada pengelola sistem, bukan di tangan auditor. Atas rekomendasi yang diberikan tentunya diharapkan ada tindak lanjut perbaikan bagi manajemen.

Siapakah sebaiknya yang melakukan audit sistem informasi? Audit sistem informasi dapat dilakukan sebagai bagian dari pengendalian internal yang dilakukan oleh fungsi TI.

Tapi jika dibutuhkan opini publik tentang kesiapan sistem tersebut, audit dapat dilakukan dengan mengundang pihak ketiga (auditor independent) untuk melakukannya. Di AS hasil audit sistem informasi terhadap bank harus dipublikasikan kepada publik.

Dengan demikian pengguna jasa, nasabah mengetahui kondisi layanan sistem informasi pada bank tersebut. Jika sebuah hasil audit TI perlu dipublikasikan, tentunya perlu perangkat hukum yang mengatur tata cara pelaporan tersebut.


Topik ini sayta dapat dari: idrianita.wordpress.com/2007/04/27/audit-siti/